kekerasan yg terlembaga
Institute Pemerintahan Dalam Negeri * kemaren kejadian ttg seorang praja di IPDN mati karena disiksa seniornya, hanya gara2 terlambat untuk salah satu apel... sadis!
padahal yah, ada alasannya juga, karena bukan sekali itu saja si prja dipukuli. setiap senior selalu saja mencari2 alasan, bahkan yg tidak masuk akal sekali pun untuk memukuli juniornya.
dan itu sudah sangat umu terjadi di kawasan & kalangan siswa STPDN. Sinting!
Penyiksaan fisik & mental di kampus itu uda menjadi makanan sehari2 bagi tiap junior tingkat 1&2. Karena sistem pengasuhan yg diterapkan di STPD itu, bahwa seniornyalah yg menjadi pengawas bagi adik2 di tingkat bawahnya... dan pengawasan ini diterapkan secara sadar oleh para senior beruba kekerasan fisik. Para rektor & dosen semua menutup mata akan tindak kekerasan ini.
Aneh bgt, seharusnya orang2 yang akan melayani masyarakat adalah orang2 yg bisa diandalkan dalam intelektualnya. Tp ini, buat belajar aja uda kelelahan akibat dipukulin. Lebih keras secara fisik daripada sekolah militer... giling!
en ini uda berlangsung bertahun2. en 3 tahun yg lalu uda kejadian hal yang sama : praja meninggal akibat kekerasan dari seniornya.
Ini seperti - kt nyokap gue- lingkaran setan. senior2 yg dendam, melampiaskannya pada praja yg junior. dan kebanyakan siswa (senior) mempunyai hubungan dengan para pejabat pemerintah, sehingga semua aksi kekerasan di kampus itu tidak tersentuh oleh hukum.
Bahkan para pelaku penganiayaan terhadap salah satu praja 3 tahun lalu, sampai sekarang tidak ada satu pun yang menjalani hukuman yg telah dijatuhkan oleh Mahkamah Agung pada setiap mereka. Kesemuanya itu sudah bekerja sebagai PNS, tersebar di berbagi instasi pemerintah di Indonesia. Bahkan salah satu dari mereka ada yg menjadi asistennya Gubernur! duh! kacau!
Gue pas denger itu, uda ga tau lagi kata2 hujatan buat para pelaku itu. Rasanya mereka lebih rendah dr segala yg rendah di dunia ini. Marah bgt, gue!
Orang2 yg mau speak up soal kekerasan (kejahatan) terlembaga ini berusaha diberangus. Para junior lebih takut kepada senior mereka, daripada pada presiden! gebleg!
iya juga sih,,,, scara mreka tiap hari ketemu ma senior, ketimbang ma presiden.
Semua pihak mengecam kejadian ini, juga mengecam IPDN. Banyak dari mereka mengusulkan supaya IPDN ditutup aja. dibubarin. Kalo gue berpendapat, oke juga. Tapi proses hukum tetep harus berjalan. Sang rektor, I Nyoman Sapa Namanya itu kudu harus diperiksa ditindak. Mungkin dialah yang paling bertanggung jawab, karena mencerminkan kegagalan kepemimpinan. Dia kan ditempatkan di situ, sejak peristiwa kekerasan 3 tahun lalu yg mengakibatkan seorang praja meninggal. Well, he should be aware for violance issue in that campus. Karena untuk itulah dia ditempatkan di sana.
Sebenarnya IPDN didirikan dengan maksud baik pada awalnya. Tapi perjalannya dipenuhi dengan tindak kekerasan yg sudah mendarah daging di kampus tersebut.
sangat disayangkan. Mungkin IPDN harus dipindahkan, menjadi di bawah Diknas saja. Kan itu kampus untuk belajar, bukan kamp konsentrasi!
dasar gila!
padahal yah, ada alasannya juga, karena bukan sekali itu saja si prja dipukuli. setiap senior selalu saja mencari2 alasan, bahkan yg tidak masuk akal sekali pun untuk memukuli juniornya.
dan itu sudah sangat umu terjadi di kawasan & kalangan siswa STPDN. Sinting!
Penyiksaan fisik & mental di kampus itu uda menjadi makanan sehari2 bagi tiap junior tingkat 1&2. Karena sistem pengasuhan yg diterapkan di STPD itu, bahwa seniornyalah yg menjadi pengawas bagi adik2 di tingkat bawahnya... dan pengawasan ini diterapkan secara sadar oleh para senior beruba kekerasan fisik. Para rektor & dosen semua menutup mata akan tindak kekerasan ini.
Aneh bgt, seharusnya orang2 yang akan melayani masyarakat adalah orang2 yg bisa diandalkan dalam intelektualnya. Tp ini, buat belajar aja uda kelelahan akibat dipukulin. Lebih keras secara fisik daripada sekolah militer... giling!
en ini uda berlangsung bertahun2. en 3 tahun yg lalu uda kejadian hal yang sama : praja meninggal akibat kekerasan dari seniornya.
Ini seperti - kt nyokap gue- lingkaran setan. senior2 yg dendam, melampiaskannya pada praja yg junior. dan kebanyakan siswa (senior) mempunyai hubungan dengan para pejabat pemerintah, sehingga semua aksi kekerasan di kampus itu tidak tersentuh oleh hukum.
Bahkan para pelaku penganiayaan terhadap salah satu praja 3 tahun lalu, sampai sekarang tidak ada satu pun yang menjalani hukuman yg telah dijatuhkan oleh Mahkamah Agung pada setiap mereka. Kesemuanya itu sudah bekerja sebagai PNS, tersebar di berbagi instasi pemerintah di Indonesia. Bahkan salah satu dari mereka ada yg menjadi asistennya Gubernur! duh! kacau!
Gue pas denger itu, uda ga tau lagi kata2 hujatan buat para pelaku itu. Rasanya mereka lebih rendah dr segala yg rendah di dunia ini. Marah bgt, gue!
Orang2 yg mau speak up soal kekerasan (kejahatan) terlembaga ini berusaha diberangus. Para junior lebih takut kepada senior mereka, daripada pada presiden! gebleg!
iya juga sih,,,, scara mreka tiap hari ketemu ma senior, ketimbang ma presiden.
Semua pihak mengecam kejadian ini, juga mengecam IPDN. Banyak dari mereka mengusulkan supaya IPDN ditutup aja. dibubarin. Kalo gue berpendapat, oke juga. Tapi proses hukum tetep harus berjalan. Sang rektor, I Nyoman Sapa Namanya itu kudu harus diperiksa ditindak. Mungkin dialah yang paling bertanggung jawab, karena mencerminkan kegagalan kepemimpinan. Dia kan ditempatkan di situ, sejak peristiwa kekerasan 3 tahun lalu yg mengakibatkan seorang praja meninggal. Well, he should be aware for violance issue in that campus. Karena untuk itulah dia ditempatkan di sana.
Sebenarnya IPDN didirikan dengan maksud baik pada awalnya. Tapi perjalannya dipenuhi dengan tindak kekerasan yg sudah mendarah daging di kampus tersebut.
sangat disayangkan. Mungkin IPDN harus dipindahkan, menjadi di bawah Diknas saja. Kan itu kampus untuk belajar, bukan kamp konsentrasi!
dasar gila!
Comments