Rambles : Captivated by Daepyonim Yoo Jin-Woo
Pada masa pembatasan berskala besar akibat Covid-19 ini, di antara kesibukan WFH dan tugas-tugas rumah, saya menjadi aktif lagi menonton film-film di Netflix.
Sudah beberapa bulan sebelumnya, mungkin sejak akhir 2019, saya tahu tentang Drama Korea "Crash Landing on You" dari trending topik di Twitter. Tapi baru bisa dapat kesempatan menonton di suatu weekend di akhir bulan April, dan sejak itu kasmaran dengan Aktor Hyun Bin.
Supaya bisa move on dari drama CLOY itu, saya mencoba mencari drakor Hyun Bin lainnya, yang setelah saya cari tahu, ada beberapa film dan serial yang tergolong sukses dibintanginya sebelum CLOY. Memories of the Alhambra, masih tergolong drakor modern (rilis Desember 2018) jadi saya pilih ini untuk bisa move on dari CLOY.
Saya sudah mencoba mengikuti drakor Hyun Bin lainnya, seperti Secret Garden, Rampant, Hyde-Jekyll-Me, tapi karakter Hyun Bin yang paling berkesan (dan sekarang jadi agak menjurus obsesi) adalah karakter CEO Yoo Jin-Woo di Memories of The Alhambra.
Sebelumnya saya belum pernah tertarik banget sama drakor, karena menurut saya aktornya terlalu "cantik". Tapi sempat mengikuti Winter Sonata dan My Love Come From The Stars, buat bahan bawa tour ke Korsel.
Namun sejak adegan awal episode pertama Memories of The Alhambra, saya terpikat!
Saya jatuh hati kepada semua aspek yang ada di serial ini: alur cerita yang maju-mundur, sinematografi & suntingan gambar dengan latar belakang Kota Granada, Spanyol. Berbagai lagu soundtrack dan instrumen sebagai latar belakang setiap scene terasa tepat, membawa emosi semakin larut ke dalam serial yang bertema tidak biasa ini.
Tentu saja para aktor yang terlibat terutama chemistry antara Yoo Jin-Woo (Hyun Bin) dan Jung Hee-Joo (Park Shin Hye), celetukan segarnya Jung Min-Joo (Lee Re) kepada calon kakak-ipar, kesetiaan bromance Sekretaris Seo Jung-Hoon (Min Jin-Woong) kepada Daepyonim-nya. Bahkan setelah selesai eposide terakhir pun, saya ingin menontonnya kembali dan me-rewind beberapa adegan yang sangat favorit.
Saya suka... bukan, saya jatuh cinta dengan akting Hyun Bin. Contoh pria yang makin matang, makin GANTENG BANGET YA TUHANN.. Dia bisa berakting dengan matanya!
Sambil menonton MoTA saya pun nonton film The Negotiation (rilis Oktober 2018), mengetahui Saya membandingkan dengan CLOY, dan terpesona. Hampir merasa tidak percaya bahwa ketiganya diperankan oleh Aktor yang sama!
Kenapa bisa berbeda tapi sama ???
![]() |
| CEO Yoo Jin-Woo |
![]() |
| Capt. Ri Jeong Hyeok |
![]() |
| Min Tae-Gu at The Negotiation |
[The power of make up & wardrobe]
Mungkin kesan pertama dari penampilannya sangat suamiable (again...., GANTENG BANGET YA TUHANN..) poni lempar dan outfit Mr. Daepyonim ini sangat eksekutif muda nan dinamis :)) sesuai dengan realitas, kecuali memang tidak riil di dunia nyata ;(
![]() |
| source : vk.com (via Pinterest) |
Disclaimer : Tulisan saya ini gak akan membahas sipnosis atau review lengkap-kap banget soal MoTA, karena soal itu sudah bertebaran di internet. Jika dikarenakan ada beberapa adegan favorit dan kekaguman saya kepada Hyun Bin dan karakter Yoo Jin-Woo yang perlu tersalurkan lewat tulisan ini demi menjernihkan pikiran, mungkin akan jadi spoiler buat yang belum menonton drakor ini.
Hyun Bin memerankan Yoo Jin-Woo dengan sangat brilian. Berbeda dengan kisah pahlawan-pemeran utama di drama lainnya yang tanpa cela, karakternya di sini kompleks dan memiliki cacat fisik.
Seorang CEO sukses bersemangat tinggi meraih dunia, kompetitif dan berjiwa petualang, menjadi pria cacat, berantakan secara emosional, ketergantungan obat serta alkohol, demi mempertahankan kewarasannya, dan terus berjuang bertahan hidup selama 365 hari terus-menerus.
Kita bisa merasakan shock, ketakutannya, ketidakberdaayaannya ketika dia menyadari bahwa dia tidak akan pernah bisa lari atau menghentikan NPC (non-player character) Hyung-Seok menghantuinya (di episode 4, 5).
Sang Penulis naskah nan jenius Ms. Song Jae-Jung saat diwawancara setelah kesuksesan drama ini, mengaku sangat terkesan melihat betapa baiknya Hyun Bin memerankan karakter Yoo Jin-Woo. Dia mengaku tidak pernah merubah naskah atau menyesuaikannya spesial untuk Hyun Bin. Namun dia tidak bisa memikirkan aktor lain yang bisa memerankan fisik dan kharisma Sang Chaebol, baik dalam adegan action dan keromantisannya.
Saya juga berpikir begitu...
Ketika menonton episode awal pertamakali, saya agak sedikit heran karena gambaran awal Yoo Jin-Woo sebagai pemeran utama dikesankan sebagai orang yang kasar, kejam, insensitif, over-confident dan terkesan menyepelekan orang lain. Walau sebenarnya sebagai pembenaran, bisa saja jadi wajar dilihat latar belakang hidupnya sebagai CEO perusahaan besar di Korsel, yang terbiasa memimpin dan memberi perintah.
Namun setelah menonton ulang, terpikir bahwa sebenarnya sang Daepyonim memiliki hati yang lembut, apalagi setelah mengetahui latar belakang keluarga dan hidup Jung Hee-Joo yang sulit. Mungkin dia teringat dengan jalan hidupnya sendiri yang sulit secara emosional. Yatim piatu sejak dini, pengkhianatan mantan istri dan sahabat yang sudah dianggap saudara, serta kerja keras membangun perusahaan.
Hee-Joo (dan Kita!) bisa merasakan ketulusan sikapnya ketika mereka berpisah di Bandara Granada, saat Jin-Woo menyarankan Hee-Joo meneruskan kembali cita-cita dan mimpinya menjadi pemain gitar klasik.
Juga ketika dia diam-diam meneteskan air mata haru, ketika menyadari Sekretarisnya, Jung-Hon menangis karena cemas melihat kondisi Bos-nya yang menyedihkan ketika dirawat di rumah sakit di Amerika.
Salah satu adegan emosi yang diperankan sangat baik oleh Hyun Bin menurut saya adalah ketika Jin-Woo dikabari mengenai kematian Hyung-Seok. Campuran emosi "kaget" dan "tidak percaya" terlihat di matanya.
Juga tampang "bengis membunuh" Jin-Woo terlihat sangat nyata ketika dia "menghabisi" Hyung-Seok pada malam sebelumnya mereka berduel.
Kisah Romantis
Sebagai penggemar kisah romantis, tentu saja saya menantikan dengan tidak sabar kapan deklarasi cinta itu terjadi. Tapi di drakor ini tidak ada secara eksplesit diungkapkan. Yang ada adalah sejumlah hint dan hubungan para pemeran utama berkembang secara dewasa.
Yoo Jin-Woo duda cerai 2 kali. Mantan istri pertama berselingkuh dengan sahabatnya sendiri 6 bulan sebelum resmi bercerai; istri keduanya mata duitan dan ingin menguras uangnya, sehingga dia tidak percaya lagi kepada air mata wanita dan dingin terhadap cinta.
Pertemuan di Stasiun Granada dengan mantan istri pertamanya, So-Jin, 3 tahun setelah perceraian nampaknya masih berat bagi Jin-Woo. Apalagi melihat bahwa Soo-Jin sedang hamil tua. Go Yura, mantan istri keduanya dinikahi sepertinya hanya sebagai pelampiasan, dan diperburuk dengan sikap Yura yang jahat dan bernafsu ingin mendapatkan harta gono-gini sebanyak-banyaknya.
Perkembangan hubungan antara Jin-Woo dan Hee-Joo berjalan lambat, dan awalnya saya berpikir Hee-Joo bertepuk sebelah tangan. Namun setelah menonton lagi, saya mengambil asumsi di episode 3 ada benih ketertarikan yang Jin-Woo rasakan dengan kepolosan dan ketulusan yang tanpa sadar Hee-Joo tunjukkan. Ketika Hee-Joo pingsan karena mendobrak pintu toilet. Kemudian dia bertemu NPC Emma yang membuatnya terpesona dan mulai melihat Hee-Joo dengan cara yang berbeda.
Jin-Woo juga nampak merasa bersalah kepada Hee-Joo karena berbohong mengenai alasan pembelian Hostel Bonita. Padahal Hee-Joo yang tanpa prasangka buruk dengan tulus menyatakan terima kasihnya karena menganggap Jin-Woo memang peduli. Jin-Woo tertegun dan tersentuh lagi.
![]() |
| "Your're asking for trouble" |
[Adegan ini gak bagus buat mental dan jantung gue... Napas gue terhenti sejenak hanya karena Jin-Woo (atau Hyun Bin?) menggigit bibirnya... sexy banget Oppa!] 😘❤
Di episode selanjutnya ketika mereka bertemu kembali di Seoul, Jin-Woo "mengakui" bahwa air mata dan kepedulian Hee-Joo terhadapnya membuat ia benar-benar tersentuh, terutama karena fakta bahwa Hee-Joo bukan siapa-siapa baginya, yang karenanya jauh lebih berarti karena tidak ada satu pun dari keluarga yang seharusnya (Soo Jin atau Yura dan Keluarga Cha) menunjukkan keprihatinan untuknya.
Sedangkan rasa hormat Jung Hee-Joo mungkin berawal ketika Jin-Woo membeli hostelnya dengan harga 10 Miliar Won, dianggap menyelamatkan dia dan keluarganya. Namun setelah mengenal Jin-Woo lebih jauh, muncul rasa simpati akan kegagalan pernikahan serta pengkhianatan oleh orang terdekatnya.
Hal ini bertambah ketika Jin-Woo jatuh di hostel miliknya, dia merasa bertanggungjawab dan menyalahkan diri. Sebab itulah dia merawat Jin-Woo setelah keluar dari rumah sakit dan tidak meninggalkan sisinya atas permintaan setengah-sadar Jin-Woo.
Selain dari yang di atas, dorongan semangat Jin-Woo yang tidak disengaja supaya Hee-Joo mengejar mimpinya kembali membuat riak dan menggerakkan hatinya yang tenang (atau tidak aktif). Dia mungkin sedang menunggu seseorang untuk memberinya sedikit dorongan karena dia menunda hidupnya sendiri untuk keluarganya. Pasti ada ketertarikan di antara keduanya, seperti kata Min Joo, Hee-Joo mudah jatuh cinta. Dengan cara yang halus, keduanya membawa perubahan yang sangat kecil namun signifikan dalam kehidupan satu sama lain.
Setelah satu tahun berpisah, tidak ada satu hari pun Hee-Joo tidak memikirkan dan mencemaskan Jin-Woo. Dia tidak bisa membayangkan hal yang harus dilalui Jin-Woo untuk bertahan hidup setiap hari, namun dia tahu Jin-Woo pergi ke Amerika Serikat dalam keadaan yang tidak beres dan perusahaannya bergejolak.
Namun dia menahan diri dan tahu tempatnya. Dan ketika Jin-Woo kembali ke Seoul, Jin-Woo yang menanyakan kabarnya ke Sekretaris Jung-Hon dan datang ke Ilsan, rumah Keluarga Jung.
Dia merindukan Hee-Joo...
Tidak ada deklarasi cinta, tapi malam mereka "jadian" ini sangat menyentuh dan paling romatis menurut saya -- selama saya menonton drakor sejauh ini (PS : drakor yg saya tonton masih sangat minim :))
Adegan seru dan menghibur, favorit saya..
Di episode awal adalah ketika Hee-Ju melampiaskan kekesalannya via telepon dan merepet tanpa henti. Ekspresi Sekretaris Jung-Hon kasihann banget -- memelas.. dia gak mengerti sebabnya dia kena semprot juga .. LOL
Sikap Hee-Ju sedikit banyak mewakili keinginan saya. Dimana di banyak kejadian yang bikin kaget atau shock, saya auto-diam dan tidak bisa meng-counter balik perkataan lawan. Pelampiasan Hee-Ju di telepon mewakilan perasaan diam-diam saya yang selalu ingin melakukan hal yang sama .. :))
Adegan ini buat gue SUPER CUTE... :) Karena sepertinya hal ini membuat Jin-Woo terkesan pertamakali, karena keterusterangan Hee-Joo walau sedang marah :))
Demikian review singkat dari saya... dimana tujuan postingan ini, benar-benar bertujuan untuk melepaskan karakter Sang CEO dari pikiran saya agar bisa melanjutkan hidup... Tsah! :))










Comments